Oleh Tanti Lestari, 31 mei -1 juni 2008
Jam 22.30 tem berangkat menuju kampung rambutan untuk menuju garut, harapan mobil bus AC masih ada untuk malam yang sudah menginjak larut, setelah naik bus S63 jurusan blok M -Depok di dipan SOS kami berangkat menuju kampung rambutan dan turun di putaran Ranco indah. Dilanjut menggunakan S19 jurusan taman mini -ragunan kami tiba di terminal kampung rambutan, tidak beruntung malam itu, kami di turunkan di depan gerbang terminal alias angkutan itu tidak masuk ke terminal, mungkin karena sudah malam jadi anggkot enggan untuk masuk, tapi ya sudahlah, yang penting sudah tiba di terminal itu.
Day 1 jam 00.00
Setelah memastikan dapat bus AC ekonomi, lumayan dari pada nggak dapet bus AC sama sekali,bisa nanggis darah, karena akan bau ketek orang dan segala macam embel-embelnya. setelah beberapa lama bus ngeteam di terminal akhirnya jam 00.00 bus itu perlahan keluar dari terminal ,sebelum melanjutkan perjalanan itu bus masih tetep ngeteam di jalan baru sebelum penumpang penuh.mulai jenuh dan rasa kantuk tak tertahan lagi akhirnya kami tertidur dalam dekapan malam. Zzzzttt. tidur pulas di bus.
Jam 03.30 dini hari team sampai diterminal Guntur kota garut, hmmm.masih cukup pagi kami tiba di terminal itu, tapi suasana sudah ramai dengan para pedagang sayur dan orang -orang yang entah ngapain di terminal pagi-pagi itu, ada yang emang menunggu pagi untuk melanjutkan perjalalan seperti halnya kami, setelah duduk dan istirahat sebentar , asep memesan dua gelas kopi untuk menghangatkan badan sekedar menghilangkan rasa kantuk dan dingin .
Ga tau mau ngapain diterminal di pagi buta akhirnya diputuskan untuk melanjutkan langsung ke cisurupan kebetulan supir angkot yang dulu pernah membawa kami masih ingat benar dan menawarkan untuk segera naik, dengan tarif angkot sebesar Rp. 7.500 yang sebelumnya hanya Rp. 5000 relatif murah dengan kondisi BBM yang sudah mulai menggila harganya, akhirnya kami sanggup dengan tarif yang di tawarkan sama mang sopir. Sementara masih menunggu penumpang lain, aku dan ely ngeloyor sebentar ke pasar deket terminal itu, beli sayuran untuk bekel nanti di gunung dan 1 kg ayam yang sudah bersih, setelah itu langsung masuk ke angkot dan langsung menuju cisurupan.
Cisurupan
Yach .menuju cisurupan dimana daerah ini sebagi titk awal atau akses ke gunung papandayan yang paling sering di lewati, 30 -45 menit kemudian kami tiba di pertigaan cisurupan, ga tahu pasti berapa lama kami berada diangkot itu karena aku sendiri ternyata pelor ( nempel langsung molor red ) subuh jam 04.30 kami tiba di pertigaan itu, kembali di kerumunin tukang ojek dan di tawain untuk menggunakan jasanya,tapi dengan sangat menyesal kami menolaknya karena tidak kuat dingin yang masih terasa dan tidak mau ambil resiko jatuh dari motor karena factor X dan Y ( kek matematika aja yah ..) masih di sekitar pertigaan cisurupan kami beristiahat di depan warung yang masih tutup pagi itu,menunggu terang setidaknya jika hari sudah terang dingin tidak terlalu menusuk dengkul -dengkul yang tidak di balut dengan kain ini.beberapa saat kemudian ada angkuatan mobil bak berhenti dan menawarkan untuk mengantar kami kebase camp, terlihat di mobil bak itu sudah terisi oleh bapak dan ibu -ibu petani yang hendak ke ladang di deket kawah, karena jam sudah menunjukan 05.30 sepertinya udara dingin tak sedingin 1 jam lalu akhirnya kami memutuskan untuk ikut bersama angkot itu dengan ongkos Rp. 5000 per orang, cukup murah untuk rute yang menanjak dan lumayan jauh dari pertigaan ini.
Duduk di mobil bak terbuka dan ternyata cukup asyik walau dingin masih terasa tapi tidak terlalu dihiraukan karena perlahan meninggalkan cisurupan sunrise mulai nak di balik gunung cikuray yang berdiri kokoh di sebelah timur ....hhmmmm.berinisiatif mengeluarkan camera yang ada di tas pinggang aku dan mulai menjepret satu persatu cukup bagus gambar yang didapet sebelum kita sampai diarea parker.
Tiba di area parkir
setelah melewati desa sirna jaya dan keramat wangi, perjalanan akhirnya kami tiba di area parkir yang kala itu masih sepi, terlihat pos pendaftaran masih tertutup rapat dan hanya ada satu warung yang buka dan beberapa orang yang sudah ada disana. Terlihat area camp david di belakang area parkir yang cukup luas, hanya sekilas kami melihatnya. Setelah berbenah dan ganti kostum pendakian, kami memulai pemanasan sebentar sebelum memulai pendakian, setelah starching beberapa saat. Dan berdoa kami langsung memulai pendakian.
Kawah papandayan
Papan yang bertuliskan kawah 1 km yang 1 tahun lalu aku lihat kini sudah tidak ada lagi, hanya ada satu tiang pendek setinggi 1 meter yang barada tepat di tengah jalan yang merupakan titik awal menuju kawah,perlahan mendekati kawah, bau belerang yang menyengat sudah mulai terasa, jalan masih cukup lebar dengan pohon cantigi di kiri kanan yang masih cukup banyak mendominasi kawasan kawah, setalah berjalan sekitar 10 meni jalur berubah menjadi jalan setapak juga mulai menanjak dan semakin naik ke atas pohon cantingi sudah tidak keliatan dan berganti dengan batuan putih kecoklatan. Semakin jauh masuk ke area kawah terlihat jelas dinding kawah nangklak terlihat jelas disisi kanan dan puncak papandayan yang berada disebelah kiri dan kawah -kawah yang masih aktf mengeluarkan asap sulfatara membumbung tinggi yang makin memperindah pemandangan di sekitar kawah itu. sekitar 45 menit melintasi kawasan kawah dengan jalur yang cukup bervariasi , kami berjalan di area yang sedikit menurun dan datar menuju pondok salada, akibat longsor yang di sebabkan letusan di tahun 2002 jalan yang seharusnya bisa kami lewati terpotong sehingga kami harus melewati turunan di sisi kanan dan menyebrangi sungai kecil yang airnya jernih, setelah melewati sungai kecil itu, perjalanan dilanjutkan dan mulai menanjak,jalur ini cukup licin dan sedikit berdebu, kemiringan mencapai 30 -45 derajat untuk sampai di jalur yang telah terpotong itu, cukup memicu adrenalin sehingga sebentar -sebentar kami beristirahat untuk mengatur nafas yang sudah mulai terkuras tanjakan demi tanjakan kami lalui sampai akhirnya kami sampai di jalan yang datar. setelah beristirahat beberapa saat kami melajutkan perjalanan. 10 menit kemudian kami tiba di pertigaan menuju pondok salada.
Di Pertigaan ini terdapat sebuah warung di sisi kanan dan jalur setapak yang berada di sebelah kiri untuk menuju pondok salada,dipertigaan ini merupakan titik pertemuan dari rute pendakian dari arah cileuleuy- pengalengan bandung yang berada di sebelah kanan. Di tempat ini kami beristirahat cukup lama, sekitar jam 9.30 kami sampai tempat ini, karena perut mulai keroncongan akhirnya kami sarapan pagi yang sudah telat, memasak indomie dan minum di area ini sebelum melanjutkan ke pondok salada, setelah packing lagi dan menggambil air secukupnya dari selang -selang bocor yang ada di sebelah jalur, kami kembali melanjutkan perjalanan.
Melewati jalan setapak yang di tumbuhi pohon cantigi di kiri kanan sehingga membuat jalur ini tidak terlalu panas oleh terik matahari yang mulai meninggi, sesekali melihat di sekitar jalur ini, terlihat disisi kiri kawah yang tadi dilewati cukup jelas hembusan asap sulfatara yang membumbung tinggi dan air terjun yang tampak kecil di sisi jurang yang terlihat cukup indah menambah pesona gunung ini. 15 menit kemudian kami tiba di tempat yang datar dan cukup luas.
Pondok salada
Setibanya di area ini kami beristirahat, setelah beristiraht sejenak kami putuskan untuk mendirikan camp disini, setelah memilih lokasi yang cocok untuk diriin tenda yang terlindung dari angin lembah dan serbuan babi hutan yang mungkin muncul sewaktu -waktu, akhirnya kami menentukan lokasi sedikit ke bawah mendekati sungai kecil dan pipa -pipa yang ada, dan deket dengan jalur yang di lalui tadi, sementara kami menyaipkan dua tenda yang beberapa menit kemudian sudah berdiri lengkap dengan fly sheet dan pasaknya, kami menata dan merapikan barang bawaan yang kami bawa, jam 10.30 masih cukup dini untuk mendirikan camp tapi itu keputusan yang kita ambil bersama, sementara para lelaki beristrahat aku dan elly mulai meracik menyiapkan makan siang, manjemen makanan kali ini di pilih makan siang nasi,tumis kacang panjang dan ayam goreng tepung. Aku dan ely mulai menyiangi sayur dan semua bahan yang sudah disiapakan dari bawah, karena kompor Cuma satu maka 1 jam menu baru selesai, setelah makan siang tepat jam 12.30 akhirnya kami berubah pikiran untuk camp di tegal alun ..waduh .packing lagi niy. satu jam beres-beres perlengkapan makan dan packing akhirnya jam 14. 00 kami meninggalkan pondok salada dan 2 tenda tetangga yang tetap bertahan di pondok salada, setelah kami berpamitan, kami segera melanjutkan perjalanan menuju tegal alun.
Tegal alun
Menuju tegal alun kita melewati jalur yang cukup terjal dan berbatu, sejujurnya kami males untuk melewati jalur ini dengan beban dipunggung masing -masing, rencana awal camp di pondok salada dan summit ke puncak papandayan tanpa beban alias lenggangpun tidak jadi, di perhitungkan keamanan tenda jika ditinggal tanpa ada yang menunggu sementara untuk summit ke puncak dari pondok salada masih di butuhkan waktu sekitar 3.5 jam kali 2 ( pondok salada-tegal alun -puncak ) pulang pergi 5 -6 jam perjalanan. Tidak mungkin kami lakukan dengan pertimbangan diatas. Akhirnya melewati jalur terjal dengan kemiringan mencapai 45 derjat, perlahan-lahan kami lewati.
Selepas tanjakan kami mulai melewati jalur yang cukup landai dan tanah berwarna putih dan di kiri kanan pohon cantigi yang mulai tumbuh serta bunga edelweiss yang sudah mulai bermekaran, walau tidak banyak, terus berjalan dan mulai melewati pepohonan yang meranggas akibat letusan terakhir serta tanah yang putih berdebu menambah suasana semakin indah. Berbekal penunjuk jalur yang ada di kanan jalan berupa tali raffia kuning kami mulai meninggalkan pepohonan yang meranggas dan mulai memasuki punggungan yang sedikit lebih rapat dan perjalanan mulai menurun, itu artinya tegal alun sebentar lagi sampai, setelah berjalan 1 jam 15 menit kami sampai di tanah datar yang lebih luas di banding pondok salada, inilah tegal alun tapi semakin kami berjalan ke kiri melintasi tanah lapang itu kami tidak menemukan telaga, lebih maju kami melangkah akhirnya kami menemukan telaga yang kering di sisi kiri jalur bersebrangan dengan puncak gunung papandayan, terus berjalan kearah timur sampai mentok di bibir jurang kami beristirahat, melihat jam sudah menunjukkan jam 16.00 rupannya sudah sore, kalo kami melanjutkan ke puncak yang masih 2 jam sepertinya selepas magrib baru turun dari puncak sementara dikawasan ini udara cukup dingin, dan jejak binatang banyak sekali kami khawatir kalo- kalo babi hutan atau macan tiba -tiba melintas sementara cuaca mendung dan jarak pandang kami hanya beberapa meter ke depan.
Setelah berunding sejenak, ada tiga pilihan summit ke puncak hari itu juga atau camp di sekitar tegal alun atau langsung turun ke pondok salada, sedikit bimbang dengan pilihan ini, sementara pilihan cukup variatif, ngecamp dengan persediaan air minim dan resiko binatang buas atau summit ke puncak yang berarti butuh 3 jam naik turun atau langung kembali ke pondok salada, akhirnya kami putuskan untuk kembali ke pondok salada.
Perjalanan di percepat target nya 1 jam sampai di pondok salada dan langsung diriin camp sebelum magrib tiba,karena jalan nya cukup landai dan menurun akhirnya kami sampai di pondok salada jam 17.05. langsung menuju warung di pertigaan dan diriin camp di sekitar warung sedikit masuk ke kanan.
Camp di sekitar pondok salada
Setelah mendirikan tenda, kami kembali membuat makan malam, menunya hanya spageti bolongis pilihan elly dan nasi ayam yang aku makan sama asep sementara ipung memilih indomie goreng. Setelah beristirahat dan minum kopi ditemani cemilan popcorn yang dibuat asep kami masuk tenda masing -masing.Kepala aku terasa berat dan badan menggigil, sepetinya aku sakit, berusaha tidur dan menghilangkan rasa sakit kepala ini hingga pagi hari.
Keesokan harinya aku sudah segar kembali. Jam 06.00 cuaca tidak begitu cerah matahari masih tetap enggan menampakkan dirinya dari peraduannya, elly memaksakan diri untuk mengambil beberapa foto yang ada di sebelah timur, sementara aku bangun merapikan isi tenda dan mulai menyiapkan makan pagi, kali ini aku seneng bgt masak, menu pagi ini tidak jauh berbeda dengan menu sebelumnya nasi dan sup macaroni serta tumis kacang panjang di campur kol dan ayam goreng orginal , dan pencuci mulut agar -agar tawar ( lupa ga dikasih gula ) sehingga celaan terlontar dari temen-temen. Hihihihi..aku tetep pede dengan gaya khasnya.
Setelah semuanya siap kami sarapan pagi, beres -beres dan segera turun, berharap sampai jakarta tidak larut malam. Di perjalanan pulang asep dan ipung tergiur oleh beningnya air sungai itu dan berniat mandi di sungai kecil itu, ala bolang mereka berdua mandi .sementara aku dan elly Cuma memasang jebakan batman hanya cuci muka dan membasahi kepala dengan air dan sampo juga , tak kalah segarnya sama mereka yang mandi.
Perjalanan dilajutkan untuk segera sampai di parkiran dan turun ke cisurupan dan kembali ke Jakarta, sekitar 45 menit perjalanan akhirnya kami tiba di prkiran karena sudah mandi dan tidak perlu berberes-beres lagi akhirnya kami turun naik ojek dengan tariff Rp. 15. 000 berdua.
Sampai di cisurupan jam 13.00 dialnjutkan naik angkot ke terminal Guntur dan naik bus primajasa kembali ke Jakarta , jam 14.00 kami kembali menuju Jakarta dan tiba d irumah jam 19.00.
Special thx to :
1. Asep yang setia mendampingiku kemanapun aku pergi dan care sama aku
2. Elly yang udah menjadikan trip kali ini mengalahkan semuanya ( karena lo gue jadi jalan )
3. Ipung cowonya elly yang jadi temen baru aku, thx karna ultahmu membuat aku sampai ke papandayan lagi.
4. bokap -nyokap yang merelakan anaknya pindahan makan di papandayan
5. kang dadang + mb nita juga gagap yang sudah membantu doanya, walu kagak jadi ikut tapi doa kalian mengantarkan aku dengan selamat
6. temen-temen millis semua yang selalu mendukung aku .
7. adik kecilku yang ga mau diangkut ke sana, tapi tawa jepunnya yang selalu menginspirasi kan aku untuk cepat -cepat kembali ke rumah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar