I'm Falling in Love (2211mdpl)

Oleh : Tanti Lestari

First time I come and ……2211 mdpl I’am falling love
Berjalan dengan awan bergelayut yang hari itu yang tetap bersahabat sebagai atap gunung salak itu menemani perjalanan kami yang sudah mulai terasa berat , beriringan kami berlima menuju pos 4 yang sudah mulai menapaki jalur salak
yang sebenarnya dan sambutan-sambutan istimewa di tiap jengkal dan sandungan langkah kami, senyum tipis, raut wajah yg berubah-ubah layaknya awan yang memayungi langkah kami, dan harapan yg telah menyatu menjadi pemicu adrenalin kami agar kami segera tiba dipuncak itu , dan ramahnya alam ini kepada kami sampai kami meniti tanjakan terakhir sebelum puncak 2211 kami pijak dengan senyum tipis dengan rasa syukur yang tercurah kepada tuhan dan alam ini akhirnya kami mencapai tempat tertinggimu dengan selamat ……..

Day 1 sabtu jam 7.10
Janjian 3 hari sebelumnya sama mba jenny juga gagap di halte UKI jam 07.00. hari sabtu pagi gue dateng telat di halte UKI gara-gara nunggu patas 45 dari tendean agak lama. Gagap sudah telp dan tak berapa lama gue sampe di halte itu, gue lihat mba jenny, gagap dan devy yg baru ku kenal pagi itu…..setelah berkumpul kami mergerak memasuki lorong tempat bus itu menunggu penumpang, rupanya tak terlalu lama kami menunggu dan 10 menit di dalam bus itu akhirnya bus perlahan mennggalkan terowongan itu.

Jam 09.25 aku dibangunkan asep juga gagap yg berada disebelahku kalo sebentar lagi kami sampai di pertigaan cimelati, sedikit gugup dan kaget akhirnya akupun mengangkat daypack yg gue pangku dan kami beriringn turun dari bus itu dan langsung menuju warung nasi padang lagganan mb jenny tiap kali berkunjung ke rumah keduanya itu ….” Tan kamu mesen apa ? “ mb jenny menawariku juga yg lain. “aku nasi padang dan rending aja mba “ sarapan pagi itu sepertinya belum terlambat apa lagi kami akan memulai perjalanan yang cukup pajang.aku sedikit heran ketika kami memasuki warung padang, lima tukang ojek buru-buru nyamperin tapi tidak menawarkan mau kemana ‘teh atau aa ? mereka Cuma diam dan sabar menunggu kami, rupanya mereka sudah hafal betul kalo mba yg satu ini sering naik gunung salak dan ojek itu ternyata langganannya ….. ( baru tau setelah Tanya sama mb jenny )

Setelah bungkus 6 nasi dan beres-beres kami membayar sarapan itu dan langsung naik ojek sampai di pertigaan menuju pos satu hutan salak I ini…..sekitar 30 menit kami duduk manis bareng tukang ojek itu, aku hanya bisa melongok kekanan dan kiri ternyata jalur ini memikat dan memenuhi pikiranku, seperti apa yah nanti jalurnya ? enak ga yah ? banyak pacetnya ga ya ? mampu ga yah ? ( bertanya-tanya dalam hati ) sebelum semuanya itu aku lontarkan satu persatu kepada guide sekaligus temen seperjalanan ini.

Sampai di ujung aspal itu, kuliahat jalan tanah yg cukup lebar dan sekaligus pohon tinggi-tinggi yg rapat rupanya ini yang menjadi jalur awal track ini, mb jenny memberitahuku “ ini tan jalannya …….” Aku Cuma menjawab singkat “ iya mba ….” Masih di ujung jalan itu kami tetap sempetkan ambil beberapa jepret foto setidaknya merecord awal timing kami naik, sementara asep dan gagap mendahului kami menembus hutan itu untuk ganti kostum diantar belukar itu, kami masih asyik hihihi dan jeprat-jepret kesana kemari dan akhirnya kami mulai memasuki jalan tanah itu menyusul asep juga gagap.

Masih mba jenny memberitahuku “ ini pos satu tan …tapi sudah tidak ada nama posnya …” , “ oh iya mba …. Luas juga yah ..” aku menggurai mata dari ujung ke ujung mengamati area ini, cukup luas dan bisa muat banyak tenda, sedikit menunggu asep, gagap yg sedang ganti kostum dan mb jenny pipis, aku sempetkan nyari suara bluubbbb…bluuub ……aku mengira itu pipa bocor tapi bukan itu yg kulihat, sebuah mata air yg cukup besar ada disemak-semak itu ……( oh bisa digunakan nanti waktu turun , pikir gue dalam hati ) kulihat dikejauhan ada 2 0rang yg sedang bersandar di bawah pohon itu, dengan atributl lengkap dan baju korp, ruanya ada yg diksar disini…. Dan ternyata emang betul setelah ditanya sama asep, mereka dari edelwais atmajaya.

Setelah semunya siap kami mulai berdoa semoga dalam perjalanan ini kami selamat dan lancar sampai kami kembali lagi, setelah melepaskan doa kami meniti langkah satu persatu meninggalkan pos satu dan menuju ladang penduduk sebelum kami memasuki hutan kembali. 15 menit berlalu kami berjalan akhirnya kami sampai di percabangan jalur , menurut mba jeni kami harus lewat jalur sebelah kiri dan terus menanjak hingga menemukan punggungan yang terbuka .

Sampai juga di persimpangan jalur ke desa cibuntu yg mengarah ke sisi kiri lembah dan jalan lurus ke atas menuju pos 2, setelah berhenti cukup lama menikmati pemandangan dan narsis ( tetep ) kami melanjutkan perjalanan menuju pos 2.

Pos 2
Perjalanan sedikit terhenti di jalur yg sempit itu rupanya tim dari atmajaya sedang beristirahat cukup banyak ada 8 orang mungkin lebih di lokasi itu, kami permisi dan melanjutkan perjalanan hingga sampai di pertigaan. Kami beristirahatsejenak dan mba jenny memberitahu bahwa dari pertigaan ini kami harus bergerak ke kiri atau ke atas menuju pos 1. Di banyak sekali bungga putih berguguran, aku bertanya “ ini bunga apa mba ? tanyaku sama mba jenny , dengan lembut mba jeany menjawab “ oh in namanya bunga puspa tan …. Cantik kan tan …..” he eh sambil manggut dan menggenggam bunga itu sebelum aku foto itu,sejenak kami berfoto ria disini. Kembali kami berjalan dan jam 11.05 kami tiba di pos 2 dan beristirahat sejenak, ku keluarkan minum the kotak yg asep belikan untuk perjalanan ini, sengaja aku ga nawarin ke gagap, sementara mb jenny asyik dengan nu green teanya juga devy, ku sedot the itu sendiri sebelum gagap nyamber secepat kilat di pos itu.

Sepanjang jalan kali ini aku sedikit bawel, hal yg aneh ku temui ku Tanya-tanya sama mb jenny, ( norak bgt kesannya apa emang efek ketidaktauan soal gunung ini, ga ngaruh kali ), di pos 2 ini vegetasi sudah berubah banyak ditemui pohon besar-besar dan tinggi juga banyak sekali pohon puspa tapi bungganya ga sebanyak tadi, celingukan ke atas dan kanan kiri, “ mba …ini pohon duren bukan ….? Kok ga ada buahnya ? tanyaku. ….”alaaah fatamurgana lu tan baru di pos 2, pohon puspa dibilang pohon duruen …..” Cuma nyengir aja dengan celaan gagap ….sambil berlalu, disela-sela perjalanan riuh dan berisiknya gagap sama asep cela-celaan hingga tak terasa pos 3 sudah di hadapan.

Pos 3 jam 01.10
Tiba di pos ini rasanya senang sekali, kami sampai di lapak yang cukup luas berkisar 5 -6 tenda, di kelilingi pepohonan yg rimbun baik untuk camp jika tidak ini melanjutkan perjalanan dan dilanjut ke keesokan harinya tapi masih belum ada setengah perjalanan…. Gagap makan di pos itu, kami hanya menunggunya karena sarapan tadi masih cukup kuat menahan lapar kami hingga 2 jam kemudian. Kita makan dios 4 aja ya tan …..” ok deh kita masih kenyang devidan asep hamper bersamaan ….sementara aku Cuma senyum ….” Oh ya mba sekalian bikin kopi item dulu biar perjalanan semangat lagi “. informasi dari mba jenyi ini adalah track terpanjang sekaligus melelahkan juga sudah merasa jalur yang sebenarnya ….2.5 -3 jam kita akan sampai di pos 4 nanti. melirik jam ditangan asep berarti kita harus segera melanjutkan perjalanan, jam 01.20 kami melanjutkan perjalanan.

Pos 4 jam 16.05
Perjalanan memang terasa melelahkan jalur yang semakin terjal dan cuaca yg mulai gelap juga stamina yng sudah mulai berkurang, 15 menit selepas itu kami tiba di sumber air yang tidak jauh dari pos 3 ini,yang berada di sebelah kanan jika kita dari arah bawah menuju puncak, kami beristirahat sejenak dan akupun sempetkan untuk melihat langsung, ( niatnya agar tahu kalo suatu saat aku kembali lagi ke gunung ini ) mb jenny dan devy sudah berada disumber airi tu sementara aku menyusulnya dan tanpa babibu aku langsung meminumnya “ seger mba…airnya “ devi ikut mencuci tangan dan mukanya.dan kami kembali ketempat tas tdi ditinggalkan, sementara asep mengambil air itu untuk cuci bahan sup untuk nnti malam.

Perjalanan ini memang terasa panjang dan menguras tenaga, banyak cabang dijalur ini, sampai aku lupa mengingatnya yg dikasih tau sama mb jenny. Kembali perjalanan dilanjutkan dengan diam dalam sepi kami berjalan beriringan dan hanya diam, hanya kata- kata dalam hati yang merayapi dan desiran nafas jugapeluh yang bercucuran menuju pos 4 ini, sesekali kata –kata itu terlontar dan kembali diam sunyi senyap sore itu,akupun terpaku diam dan hanya beberapa kata yg bisa kujawab …” kamu kenap tan diam saja ? merak a mencoba menunggu jawabanku, “ aku laper niy …irit tenaga jadi aku diam aja “ …..”masih mereka menyelaku “ ooooo ternyta itu sebebnya knp kamu idam laper toh ….” Aku Cuma senyum hehehe iya niy dah saatnya makan, sampai akhirnya kami menemukan pohon berukuran tinggi besar di kanan jalur dan sebuah lapak miring cukup luas, …” kita sampai pos 4 ya mba ? tanyaku lagi …” iya tan ini pos 4, lega rasnya kalo kita sudah tiba dipos ini, ke atas sudah nyatai “ jawab mba jenny panjang, sementara asep dan devy nyamperin gagap yg sudah buka lapak duluan buat bikin kopi di pos itu, sruupt kopi pans sore itu cukup memmbangkitkan semangat. Mba jenny mengeluarkan ponco dan digelar untuk alas makan kami sore itu, juga kopi khusus buat aku dan mb jenny kopi kapal api…..dan aroma wangi itu segera mengiur aku untuk egera menyruputnya……wuih enak bgt mba…..cangkir biru itu ku kasih ke mba jenny dan segera diminumnya.

Kami makan seadanya dengan bekel yg kami bawa, dengan rendang dan kering tempe, karena sudah sore kami segera merapikan barang bawaan yang dikeluarin dan segera menuju pos 5.

Pos 5 jam 18.05
Mba…pos lima itu masih jauh ga dari sini ? panjang ga ? asep Tanya ke mba jenny, sekitar 1-1.5 jam lah kalo kita jalan santai” .sahutnya. akhirnya kami kembali melanjutkan perjalanan ini, medan sudah mulai terjal dan kubangan lumpur sudah sering di temui, sehingga kami harus memilih jalur yang bener2 aman dipijak, agar sepatu ini tidak terperosok dilumpur hingga mata kaki.

Kembali kami melangkah tidak banyak canda tawa seperti di bawah tadi, kami hanya memikirkan gimana menghindari lupur, meniti akar, melangkah dan merunduk di kala pohon tumbnag atau emang harus melipir …..sore itu titik embun mulai berjatuhan, tapi tak ada satukatapun yg terucap akan datangnya air ini, kami hanya diam dan terus melanjutkan perjalanan, kami hanya menyiapkan headlamp agar nanti tidk ribet. Dan jam 18.05 kami tiba di pos 5 yang berada di kiri jalur ini, masih cukup terang dan beritirahat sejenak sebelum kita melanjutkan ke pos 6.

“ mba sampai ke pos 6 kira-kira bearpa lama ? ungkap gagap, “45- 1 jam akan sampai di pos 6, tidak terlaluj jauh kok gp ….sahut mb jenny, kami kembali melanjutkan menuju pos 6 dan head lamp semua sudah terpasang, tapi karena masih terang kmi blm menyalakan nya.

Pos 6, jam 06.55
Sambil berjalan beriringan langkah kami semakin lambat karena memang lupur yang dilewati juga hari sudah gelap, gagap yg sudah di depan kembali memanggil-mangil,kami diamkan saja toh kami melihat dia….jadi jarka tak begitu jauh, sambil berjalan aku bertanya sama aspe “dah diketinggian berap sep ?” …. 2010 “ oh ya udah …… dalam hati bener ga niy altimeternya soalnya di pos pertama tadi blm sempet di kalibrasi jadi itunagan itu bisa benar atau salah…karena di set waktu di pos 4.

Akhirnya pos 6 itu terlihat, aku lega setidaknya jalur menuju puncak hanya tinggal beberapa waktu saja, sejenak beristirahat dan munum akhirnya Kami melanjutkan menuju puncak.

Puncak 19.50
Jalur di pos 6 ini tidak begitu jelas ku lihat, hanya samar-samar dan banyak sekali kubangan lumpur dan genangan air di ceruk –ceruk kecil, ku coba tetap meniti langkah demi langkah, nyala headlamp begitu terang dan menerangi sekeliligku, tak ku duga saat itu aku dibelakang mba jenny dan tiba-tiba duuuug…… kepala mb jenny terkantuk kayu….. tersandar di tanah yg lembab itu “ ga papa mba …?? “ ucap devy… “ nggak apa2 tunggu ..ambilkan conterpine di atsa carilku …” mb jenny menimpali. “ iya…iya mba tunggu “ asep dan devy membuka caril itu, dan setelah kepala di oles konterpen kami segera melanjutkan perjalanan kembali sebelum malam merangkak naik.

“ sep diketinggian berapa sekarang ? “ gue membuka percakapan kembali dibelakang , “ 2085 jawab asep singkat “ wah masih 126 lagi pikir ku, kembali terdiam dalam gelapnya malam itu, tim seolah tak ada bahan untuk dibicarakan hanya suara buggg….. pletak injakan sepatu di lumpur dan ranting kering ….perlahan langit terbuka aku berharap segera tiba dipuncak ….aku ga tahu sekekililing yang aku tahu hanya gelap dan gelap.

Medan terbuka dan satu pondok berdiri disamping makam, perlahan serempak mengucapkan “asalamualaikum …..” alhamdulilah kita sudah sampai dipuncak ….aku girang tapi kok aku melihat makam jadi girangnya ga jadi.aku diam dan terpaku melihat sekeliling. Sebelum diputuskan kita ga akan buka tenda dan tidur di pondok itu. (alhamdulilah akhirnya gue ga jadi gelar flysheet soalnya ga bawa tenda )

Setelah membersihkan dan ganti baju akhirnya kamipun beranjak untuk makan malam, ku persiapkan sup dibantu devy dan mba jenny …dan tak berapa lama kita makan malam dan akhirnya tidur …..zzzzzztzttztz bobo manis tapi ga manis.

Pagi hari jam 05.30 mba jenny membangunkan, “bangun-bangun sunrise sudah keliatan di balik pondok ini “….aku yang masih tidur langusng berdiri dan nyari2 dimana karma ku disimpan, buru –buru merapat ke dinding dan buka terpal biru itu dan hahahii rebutan tempat cari angel yang bugue …. “hehehe dapet mba kata ku “ gagap juga ga kalah hebohnya sampai mengusir tempat ku untuk ambil foto itu…….

Sampai jam 8.50 kami berada dipuncak sarapan pagi, narsis dan packing sebelum kami melanjutkan untuk turun.berharap agar dalam waktu turun kami tidak kehujanan.

Move Going down …
Setelah memanjatkan doa kamipun segera meninggalkan puncak itu yang semaleman kami cumbui, perlahan-lahan kami meninggalkan jauh tempat diimana kita camp semalam. Kembali keceriaan itu hadir, bersama meniti langkah dengan lagu-lagu yang dilantunkan tanpa irama yang pas….ku dengar mba jeni dan asep dengan lagu melo dan love song nya sementara gagap nyanyi lagunya metalika seolah jalur itu jadi took kaset dadakan …aku juga ikut nyanyi tapi ga terdengar jelas….perlahan pos 6 kami lewatin dan beristirahat sebelum kami melanjutkan ke pos 5.

Perjalanan terasa singkat dan pos 5 pun kami pun jalan santai dan target istirahat lama di pos 3 deket dengan mata air untuk makan dan minum, perjalanan dari pos 5 ke pos 4 pun tak begitu jauh…. Walaupun jalur cukup jelas dan nyaman tapi apa mau dikata kalo udah nasipnya kebanting di pos ini, aku hanya tertegun saat kaki kiri dan lenganku terkantuk akar-akar itu …. ( .penegn nagis tapi ga jadi ,masa secengieng itu siy …..) akhirnya aku pun beristirahat dan menunggu mba jenny dan devy yang ada dibelakang.

Mata air itu
Perjalanan terpanjang di jalur ini dipos 4 menuju pos 3 kami lalui sampai pada akhirnya mata air yang kami tuju , istirahat dan membuka daypack dan mulai memasak indomie untuk makan siang, sementara mb jenny cukup dengan nasi goring yang tadi dibuat diatas……..kamipun agak lama, bersahut dan saling tatp satu sama lainnya….rasanya aku pengen segera pergi meninggalkan tempat itu.

Setelah packing kembali kami langsung melanjutkan ke po 3 hanya lewat saja dan langsung menuju pos 1, tiba di pos 2 lega rasanya karena perjalanan ini hamper berakhir dan kamipun berpapasan denagn pendaki yang mau naik.tak lama kami beristirahat dipos ini dan segera turun.

Sampai juga dipunggungan yg kemarin kami beristirahat dan berarsis, kami berhenti dan berfoto sebelum kami meninggalkan pos 1 dan kembali ke pertigaan cimelati degan ojek. Setealh berberes-beres dan makan bakso kami bertolak ke bogor dan dilanjutkna ke rumah masing-masing, kami berpisah sama gagap di terminal bogor sementara aku mb jenny dan devi juga asep berpisah di UKI dan kembali ke rumah masing–masing.

Thanks to :
1. Allah SWT yang selalu melindungi umatnya
2. Orang tua yang sdah ngijin weekend 3 minggu berturut-turut ga dirumah
3. Mb jenny yang menjadi guide sekaligus temen seperjalanan yang asyik
4. Asep pacarku yang selalu setia menemaniku
5. Devi, temen yg baru kukenal tapi raham juga baik hati
6. Gagap yang mewarnai perjalanan ini
7. All my friends ….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar